Bulan puasa tidak menyurutkan semangat warga desa Labuhan kec. Sreseh untuk terus bekerja bakti, salah satunya dengan menguruk jalan-jalan yang berlubang.
jalan yang menghubungkan desa Labuhan dengan desa Noreh kondisinya sudah sangat memperihatinkan, terutama disaat musim hujan, tidak jarang jalan tersebut banjir dan air menggenang hampir ber jam-jam,
Kondisi jalan raya tepatnya di Pintu masuk desa Labuhan sangat memprihatinkan, jalannya aspal tapi hancur dan berlubang dan sering pengendara jatuh, kata Sullah salah satu aparat desa
__ Disini sering ada yang jatuh karena jalannya rusak parah dan sangat memprihatinkan, padahal ini perbatasan desa Labuhan dengan desa Noreh __
sementara kepala desa Labuhan Jawahir, S.PdI mengatakan bahwa jalan tersebut sudah pernah diaspal dengan biaya swadaya sekitar 1 tahun yang lalu, tapi sudah rusak lagi
__ Sebenanrnya ini sudah kita perbaiki sekitar 1 taun yang lalu, tapi sekarang sudah rusak lagi, dan sangat parah__
Jawahir yang juga mantan aktifis mengatakan, bahwa kerusakan jalan yang terlalu cepat seharusnya tidak terjadi, tapi karena disebabkan tersumbatnya saluran air di samping jalan, makanya air hujan jadi menggenang lama dan membuat aspal jadi mengelupas,
__ Jalan diperbatasan ini seharusnya tidak cepat rusak, kalau saja saluran-saluran disepanjang jalan tidak tersumbat, oleh karena tersumbat, jadi kalau musim penghujan air jadi menggenang dan menyebabkan aspal mengelupas, tambahnya__
Alumni STIT-MU Modung Bangkalan ini juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat rencananya akan dilakukan perbaikan pada drainase di sepanjang jalan Labuhan, salah satunya di samping jalan yang saat ini diperbaiki,
___ Insya Allah tahun depan kita akan perbaiki Drainasenya, tahun ini sudah kita usulkan kepada Bapak Bupati melalui Camat Sreseh, dengan anggaran Program Inovasi Kecamatan (PIK), doakan saja semoga bisa realisasi__
Kerja bakti yang dilakukan ditengah bulan puasa mendapat sambutan baik dari warga sekitar, bapak-bapak disekitar lokasi saling membantu mengangkut tanah urug sementara ibu-ibunya mengeluarkan makanan seadanya untuk bisa dinikmati bapak-bapaknya yang bekerja bakti.











Tidak Ada Komentar